Minggu, 23 Desember 2012

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Ada seorang pemuda arab yang
baru saja me-nyelesaikan bangku
kuliahnya di Amerika. Pemuda ini
adalah salah seorang yang diberi
nikmat oleh Allah berupa
pendidikan agama Islam bahkan ia
mampu mendalaminya. Selain
belajar, ia juga seorang juru
dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika, ia berkenalan dengan
salah seorang Nasrani. Hubungan
mere-ka semakin akrab, dengan
harapan semoga Allah
Subhanahuwata’ala memberinya
hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua
berjalan-jalan di sebuah
perkampungan di Amerika dan
melintas di dekat sebuah gereja
yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta
agar ia turut masuk ke dalam
gereja. Semula ia berkeberatan.
Namun karena ia terus mendesak
akhirnya pemuda itupun memenuhi
permintaannya lalu ikut masuk ke
dalam gereja dan duduk di salah
satu bangku dengan hening,
sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika pendeta masuk, mereka
serentak berdiri untuk memberikan
penghor-matan lantas kembali
duduk.
Di saat itu si pendeta agak
terbelalak ketika melihat kepada
para hadirin dan berkata, “Di
tengah kita ada seorang muslim.
Aku harap ia keluar dari sini.”
Pemuda arab itu tidak bergeming
dari tempatnya. Pendeta tersebut
mengucapkan perkataan itu
berkali-kali, namun ia tetap tidak
bergeming dari tempatnya. Hingga
akhirnya pendeta itu berkata, “Aku
minta ia keluar dari sini dan aku
menjamin keselamatannya.”
Barulah pemuda ini beranjak
keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada
sang pendeta, “Bagaimana anda
tahu bahwa saya seorang muslim.”
Pendeta itu menjawab, “Dari tanda
yang terdapat di wajahmu.”
Kemudian ia beranjak hendak
keluar. Namun sang pendeta ingin
memanfaatkan keberadaan pemuda
ini, yaitu dengan mengajukan
beberapa pertanyaan, tujuannya
untuk memojokkan pemuda
tersebut dan sekaligus
mengokohkan markasnya. Pemuda
muslim itupun menerima tantangan
debat tersebut.
Sang pendeta berkata, “Aku akan
mengajukan kepada anda 22
pertanyaan dan anda harus
menjawabnya dengan tepat.”
Si pemuda tersenyum dan berkata,
“Silahkan!
Sang pendeta pun mulai bertanya,
“Sebutkan satu yang tiada duanya,
dua yang tiada tiganya, tiga yang
tiada empatnya, empat yang tiada
limanya, lima yang tiada enamnya,
enam yang tiada tujuhnya, tujuh
yang tiada delapannya, delapan
yang tiada sembilannya, sembilan
yang tiada sepuluhnya, sesuatu
yang tidak lebih dari sepuluh,
sebelas yang tiada dua belasnya,
dua belas yang tiada tiga belasnya,
tiga belas yang tiada empat
belasnya. Sebutkan sesuatu yang
dapat bernafas namun tidak
mempunyai ruh! Apa yang
dimaksud dengan kuburan berjalan
membawa isinya? Siapakah yang
berdusta namun masuk ke dalam
surga? Sebutkan sesuatu yang
diciptakan Allah namun Dia tidak
menyukainya? Sebutkan sesuatu
yang diciptakan Allah dengan tanpa
ayah dan ibu! Siapakah yang
tercipta dari api, siapakah yang
diadzab dengan api dan siapakah
yang terpelihara dari api? Siapakah
yang tercipta dari batu, siapakah
yang diadzab dengan batu dan
siapakah yang terpelihara dari
batu? Sebutkan sesuatu yang
diciptakan Allah dan dianggap
besar! Pohon apakah yang
mempunyai 12 ranting, setiap
ranting mempunyai 30 daun, setiap
daun mempunyai 5 buah, 3 di
bawah naungan dan dua di bawah
sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut
pemuda itu tersenyum dengan
senyuman mengandung keyakinan
kepada Allah. Setelah membaca
basmalah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah
Subhanahuwata’ala.
-Dua yang tiada tiganya ialah
malam dan siang. Allah
Subhanahuwata’ala berfirman,
“Dan Kami jadikan malam dan siang
sebagai dua tanda (kebesaran kami)
.” (Al-Isra’: 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah
kekhilafan yang dilakukan Nabi
Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan,
membunuh seorang anak kecil dan
ketika menegakkan kembali dinding
yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah
Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
-Lima yang tiada enamnya ialah
shalat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah
jumlah hari ketika Allah
Subhanahuwata’ala menciptakan
makhluk.
-Tujuh yang tiada delapannya ialah
langit yang tujuh lapis. Allah
Subhanahuwata’ala berfirman,
“Yang telah menciptakan tujuh
langit berlapis-lapis. Kamu sekali-
kali tidak melihat pada ciptaan
Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
-Delapan yang tiada sembilannya
ialah malaikat pemikul Arsy ar-
Rahman. Allah Subhanahuwata’ala
berfirman,
”Dan malaikat-malaikat berada di
penjuru-penjuru langit. Dan pada
hari itu delapan orang malaikat
menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas
(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya
adalah mu’jizat yang diberikan
kepada Nabi Musa ‘alaihissalam :
tongkat, tangan yang bercahaya,
angin topan, musim paceklik, katak,
darah, kutu dan belalang.*
-Sesuatu yang tidak lebih dari
sepuluh ialah kebaikan. Allah
Subhanahuwata’ala berfirman,
“Barangsiapa yang berbuat
kebaikan maka untuknya sepuluh
kali lipat.” (Al-An’am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya
ialah jumlah saudara-saudara Yusuf
‘alaihissalam
-Dua belas yang tiada tiga belasnya
ialah mu’jizat Nabi Musa
‘alaihissalam yang terdapat dalam
firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa
memohon air untuk kaumnya, lalu
Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu
dengan tongkatmu.’ Lalu
memancarlah daripadanya dua
belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat
belasnya ialah jumlah saudara
Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
-Adapun sesuatu yang bernafas
namun tidak mempunyai ruh
adalah waktu Shubuh. Allah
Subhanahuwata’ala berfirman,
“Dan waktu subuh apabila fajarnya
mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18)
.
-Kuburan yang membawa isinya
adalah ikan yang menelan Nabi
Yunus ‘alaihissalam.
-Mereka yang berdusta namun
masuk ke dalam surga adalah
saudara-saudara Yusuf
‘alaihissalam, yakni ketika mereka
berkata kepada ayahnya, “Wahai
ayah kami, sesungguhnya kami
pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-
barang kami, lalu dia dimakan
serigala.” Setelah kedustaan
terungkap, Yusuf berkata kepada
mereka, ” tak ada cercaaan
terhadap kalian.” Dan ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan
memohonkan ampun bagimu
kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-
lah Yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.”
-Sesuatu yang diciptakan Allah
namun tidak Dia sukai adalah suara
keledai. Allah Suhanahuwata’ala
berfirman,
“Sesungguhnya sejelek-jelek suara
adalah suara keledai.” (Luqman: 19)
.
-Makhluk yang diciptakan Allah
tanpa bapak dan ibu adalah Nabi
Adam, malaikat, unta Nabi Shalih
dan kambing Nabi Ibrahim.
-Makhluk yang diciptakan dari api
adalah Iblis, yang diadzab dengan
api ialah Abu Jahal dan yang
terpelihara dari api adalah Nabi
Ibrahim. Allah subhanahuwata’ala
berfirman, “Wahai api dinginlah
dan selamatkan Ibrahim.” (Al-
Anbiya’: 69).
-Makhluk yang terbuat dari batu
adalah unta Nabi Shalih, yang
diadzab dengan batu adalah tentara
bergajah dan yang terpelihara dari
batu adalah Ash-habul Kahfi
(penghuni gua).
-Sesuatu yang diciptakan Allah dan
dianggap perkara besar adalah tipu
daya wanita, sebagaimana firman
Allah subhanahuwata’ala,
”Sesungguhnya tipu daya kaum
wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf:
28).
-Adapun pohon yang memiliki 12
ranting setiap ranting mempunyai
30 daun, setiap daun mempunyai 5
buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di bawah sinaran matahari
maknanya: Pohon adalah tahun,
ranting adalah bulan, daun adalah
hari dan buahnya adalah shalat
yang lima waktu, tiga dikerjakan di
malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa
takjub mendengar jawaban pemuda
muslim tersebut. Kemudian ia
pamit dan beranjak hendak pergi.
Namun ia mengurungkan niatnya
dan meminta kepada pendeta agar
menjawab satu pertanyaan saja.
Permintaan ini disetujui oleh sang
pendeta. Pemuda ini berkata,
“Apakah kunci surga itu?”
mendengar pertanyaan itu lidah
sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona
wajahnya pun berubah. Ia berusaha
menyembunyikan kekhawatirannya,
namun hasilnya nihil. Orang-orang
yang hadir di gereja itu terus
mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia
berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah
melontarkan 22 pertanyaan
kepadanya dan semuanya ia jawab,
sementara ia hanya memberimu
satu pertanyaan namun anda tidak
mampu menjawabnya!” Pendeta
tersebut berkata, “Sungguh aku
mengetahui jawaban dari
pertanyaan tersebut, namun aku
takut kalian marah.” Mereka
menjawab, “Kami akan jamin
keselamatan anda.” Sang pendeta
pun berkata, “Jawabannya ialah:
Asyhadu an La Ilaha Illallah wa
anna Muhammadar Rasulullah.”
Lantas sang pendeta dan orang-
orang yang hadir di gereja itu
memeluk agama Islam. Sungguh
Allah telah menganugrahkan
kebaikan dan menjaga mereka
dengan Islam melalui tangan
seorang pemuda muslim yang
bertakwa.**
Kisah nyata ini diambil dari
Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah
melalui internet,

Published with Blogger-droid v2.0.9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar