Kamis, 27 Desember 2012

Fakta ilmiah tentang kucing

DALAM perkembangan peradaban
Islam, kucing hadir sebagai teman
sejati dalam setiap nafas dan gerak
geliat perkembangan Islam.
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi
Muhammad SAW memiliki seekor
kucing yang diberi nama Mueeza.
Suatu saat, dikala Nabi hendak
mengambil jubahnya, di temuinya
Mueeza sedang terlelap tidur
dengan santai diatas jubahnya. Tak
ingin mengganggu hewan
kesayangannya itu, Nabi pun
memotong belahan lengan yang
ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah,
Muezza terbangun dan merunduk
sujud kepada majikannya. Sebagai
balasan, Nabi menyatakan kasih
sayangnya dengan mengelus lembut
ke badan mungil kucing itu
sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali
Nabi menerima tamu di rumahnya,
nabi selalu menggendong mueeza
dan di taruh dipahanya. Salah satu
sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah
ia selalu mengeong ketika
mendengar adzan, dan seolah-olah
suaranya terdengar seperti
mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi
berpesan untuk menyayangi kucing
peliharaan, layaknya menyanyangi
keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang
menyakiti hewan lucu ini sangatlah
serius, dalam sebuah hadist shahih
Al Bukhari, dikisahkan tentang
seorang wanita yang tidak pernah
memberi makan kucingnya, dan
tidak pula melepas kucingnya untuk
mencari makan sendiri, Nabi
Muhammad SAW pun menjelaskan
bahwa hukuman bagi wanita ini
adalah siksa neraka.
Dari Ibnu Umar ra bahwa
rasulullah saw bersabda,
”Seorang wanita dimasukkan
kedalam neraka karena seekor
kucing yang dia ikat dan tidak
diberikan makan bahkan tidak
diperkenankan makan binatang-
binatang kecil yang ada
dilantai.” (HR. Bukhari)
Nabi menekankan di beberapa hadis
bahwa kucing itu tidak najis.
Bahkan diperbolehkan untuk
berwudhu menggunakan air bekas
minum kucing karena dianggap
suci.
Kenapa Rasulullah Saw yang buta
baca-tulis, berani mengatakan
bahwa kucing suci, tidak najis?
Lalu, bagaimana Nabi mengetahui
kalau pada badan kucing tidak
terdapat najis?
Keistimewaan dari Kucing
Fakta Ilmiah 1 :
Pada kulit kucing terdapat otot
yang berfungsi untuk menolak telur
bakteri. Otot kucing itu juga dapat
menyesuaikan dengan sentuhan
otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi
oleh berbagai benjolan kecil yang
runcing, benjolan ini bengkok
mengerucut seperti kikir atau
gergaji. Bentuk ini sangat berguna
untuk membersihkan kulit. Ketika
kucing minum,tidak ada setetes
pun cairan yang jatuh dari
lidahnya.
Sedangkan lidah kucing sendiri
merupakan alat pembersih yang
paling canggih, permukaannya yang
kasar bisa membuang bulu-bulu
mati dan membersihkan bulu-bulu
yang tersisa di badannya.
Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian
terhadap kucing dan berbagai
perbedaan usia, perbedaan posisi
kulit, punggung, bagian dalam
telapak kaki, pelindung mulut, dan
ekor.
Pada bagian-bagian tersebut
dilakukan pengambilan sample
dengan usapan. Di samping itu,
dilakukan juga penanaman kuman
pada bagian-bagian khusus. Terus
diambil juga cairan khusus yang
ada pada dinding dalam mulut dan
lidahnya.
Hasil yang didapatkan adalah:
Hasil yang diambil dari kulit luar
tenyata negatif berkuman,
meskipun dilakukan berulang-ulang.
Perbandingan yang ditanamkan
kuman memberikan hasil negatif
sekitar 80% jika dilihat dari cairan
yang diambil dari dinding mulut.
Cairan yang diambil dari
permukaan lidah juga memberikan
hasil negatif berkuman.
Sekalinya ada kuman yang
ditemukan saat proses penelitian,
kuman itu masuk kelompok kuman
yang dianggap sebagai kuman biasa
yang berkembang pada tubuh
manusia dalam jumlah yang
terbatas seperti, enterobacter,
streptococcus, dan taphylococcus.
Jumlahnya kurang dan 50 ribu
pertumbuhan.
Tidak ditemukan kelompok kuman
yang beragam.
Berbagai sumber yang dapat
dipercaya dan hasil penelitian
laboratorium menyimpulkan bahwa
kucing tidak memiliki kuman dan
mikroba. Liurnya bersih dan
membersihkan.
Komentar Para Dokter Peneliti
Menurut Dr. George Maqshud,
ketua laboratorium di Rumah Sakit
Hewan Baitharah, jarang sekali
ditemukan adanya kuman pada
lidah kucing.
Jika kuman itu ada, maka kucing itu
akan sakit.
Dr. Gen Gustafsirl menemukan
bahwa kuman yang paling banyak
terdapat pada anjing, manusia 1/4
anjing, kucing 1/2 manusia.
Dokter hewan di rumah sakit
hewan Damaskus, Sa’id Rafah
menegaskan bahwa kucing memiliki
perangkat pembersih yang bemama
lysozyme.
Kucing tidak suka air karena air
merupakan tempat yang sangat
subur untuk pertumbuhan bakteri,
terlebih pada genangan air
(lumpur, genangan hujan, dll)
Kucing juga sangat menjaga
kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia
tidak banyak berjemur dan tidak
dekat-dekat dengan air.
Tujuannya agar bakteri tidak
berpindah kepadanya. Inilah yang
menjadi faktor tidak adanya kuman
pada tubuh kucing.
Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan
percobaan yang telah di lakukan di
laboratorium hewan, ditemukan
bahwa badan kucing bersih secara
keseluruhan. Ia lebih bersih dari
manusia.
Fakta Ilmiah Tambahan :
Zaman dahulu kucing dipakai untuk
terapi. Dengkuran kucing yang
50Hz baik buat kesehatan selain itu
mengelus kucing juga bisa
menurunkan tingkat stress.
Sisa makanan kucing hukumnya
suci
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik
menceritakan bahwa Abu Qatadah,
mertua Kabsyah, masuk ke
rumahnya lalu ia menuangkan air
untuk wudhu. Pada saat itu, datang
seekor kucing yang ingin minum.
Lantas ia menuangkan air di bejana
sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”
Abu Qatadah berkata, “Apakah
kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa
Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing
itu tidak najis. Ia binatang yang
suka berkeliling di rumah (binatang
rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-
Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu
Majah).
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan,
dan Anas yang menceritakan bahwa
Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu
daerah di Madinah. Lalu, beliau
berkata,
“Ya Anas, tuangkan air wudhu
untukku ke dalam bejana.” Lalu,
Anas menuangkan air. Ketika sudah
selesai, Nabi menuju bejana.
Namun, seekor kucing datang dan
menjilati bejana. Melihat itu, Nabi
berhenti sampai kucing tersebut
berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian
tersebut, beliau menjawab, “Ya
Anas, kucing termasuk perhiasan
rumah tangga, ia tidak dikotori
sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih
At-Tammar dan ibunya yang
menerangkan bahwa budaknya
memberikan Aisyah semangkuk
bubur. Namun, ketika ia sampai di
rumah Aisyah, tenyata Aisyah
sedang shalat. Lalu, ia memberikan
isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya, setelah Aisyah
menyelesaikan shalat, ia lupa ada
bubur.
Datanglah seekor kucing, lalu
memakan sedikit bubur tersebut.
Ketika ia melihat bubur tersebut
dimakan kucing, Aisyah lalu
membersihkan bagian yang
disentuh kucing, dan Aisyah
memakannya.
Rasulullah Saw bersabda,
“Ia tidak najis. Ia binatang yang
berkeliling.” Aisyah pernah melihat
Rasulullah Saw berwudhu dari sisa
jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd
Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadis ini diriwayatkan Malik,
Ahmad, dan imam hadits yang lain.
Oleh karena itu, kucing adalah
binatang, yang badan, keringat,
bekas dari sisa makanannya adalah
suci, Liurnya bersih dan
membersihkan, serta hidupnya
lebih bersih daripada manusia.
Mungkin ini pula-lah mengapa
Rasulullah SAW sangat sayang
kepada Muezza, kucing
kesayangannya.

Published with Blogger-droid v2.0.9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar