Saya akan bercerita tentang suatu negri,dimana pemimpinya adalah didikan para sengkuni.
Bagi yang belum tau apa itu sengkuni saya akan menceritakan sedikit tentang tokoh dalam pewayangan ini.
Sengkuni adalah
paman Kurawa yang
perwatakannya Boreh, Tanggap,
Climut, Mlenyak yang
menggambarkan sifat-sifat
Sengkuni yang tangkas
(trengginas ), pandai bicara
(pinter micara ), buruk hati ( ala
atine), dengki, jahil methakil ,
dan licik. Ia bukan saja ahli dalam
siasat dan tata pemerintahan
serta ketatanegaraan, tetapi juga
mahir dalam olah keprajuritan. Di
dalam pedhalangan sering disebut
Sengkuni. Di Purwacarita dikenal
dengan sebutan Trigantalpati.
Tetapi di Pustakaraja disebut Arya
Suman. Nah sekarang anda sudah tau siapa itu sengkuni. Dan sesuai judul diatas saya akan membahas kenapa kita bisa "Hidup di negri para Sengkuni ".
Kita lihat saja di televisi banyak sekali "sengkuni-sengkuni" dalam wujud wakil rakyat yang sama sekali "tidak merakyat" ,meludahi amanat rakyat dan berlari dari tanggung jawab, mau ikut rapat di dewan perwakilan para sengkuni kalau ada kepentingan buat partainya sendiri yang juga "pabriknya" para sengkuni dan kalau diliput media saja,ini baru sengkuni - sengkuni kecil.
Kalau mau liat sengkuni yang lebih besar lagi datanglah ke istana para sengkuni. Kita bisa lihat banyak sengkuni dalam wujud menteri-menteri yang ngunyah duit rakyat di negri para sengkuni tentunya.
Pertanyaan saya,mampukah para sengkuni -sengkuni ini dimusnahkan dalam pemerintahan? Apakah akan ada sesosok arjuna yang datang membasmi mereka tanpa ampun, kita lihat saja nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar