Minggu, 25 November 2012

Primordialisme

Primordialisme adalah sebuah
pandangan atau paham yang
memegang teguh hal-hal yang
dibawa sejak kecil, baik mengenai
tradisi, adat-istiadat, kepercayaan,
maupun segala sesuatu yang ada di
dalam lingkungan pertamanya.
Etimologi
Primordil atau Primordialisme
berasal dari kata bahasa Latin
primus yang artinya pertama dan
ordiri yang artinya tenunan atau
ikatan.
Ikatan seseorang pada kelompok
yang pertama dengan segala nilai
yang diperolehnya melalui
sosialisasi akan berperan dalam
membentuk sikap primordial. Di
satu sisi, sikap primordial memiliki
fungsi untuk melestarikan budaya
kelompoknya. Namun, di sisi lain
sikap ini dapat membuat individu
atau kelompok memiliki sikap
etnosentrisme, yaitu suatu sikap
yang cenderung bersifat subyektif
dalam memandang budaya orang
lain. Mereka akan selalu
memandang budaya orang lain dari
kacamata budayanya. Hal ini terjadi
karena nilai-nilai yang telah
tersosialisasi sejak kecil sudah
menjadi nilai yang mendarah
daging ( internalized value ) dan
sangatlah susah untuk berubah dan
cenderung dipertahankan bila nilai
itu sangat menguntungkan bagi
dirinya. Terdapat 2 jenis
etnosentris yaitu: 1. etnosentris
infleksibel yakni suatu sikap yang
cenderung bersifat subyektif dalam
memandang budaya atau tingkah
laku orang lain, 2. Etnosentris
fleksibel yakni suatu sikap yang
cenderung menilai tingkah laku
orang lain tidak hanya berdasarkan
sudut pandang budaya sendiri
tetapi juga sudut pandang budaya
lain. Tidak selamanya primordial
merupakan tindakan salah. Akan
tetapi bisa disaja dinilai sebagai
sesuatu yang mesti dipertahankan.
Dalam sudut pandang ajaran (ritual)
misalnya. Perilaku primordialisne
merupakan unsur terpenting, saat
memberlakukan ajaran intinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar