Selasa, 29 Januari 2013

Un 20 paket

Pemerintah sekarang punya "senjata" baru untuk memberantas korupsi, "katanya".
Senjata itu adalah "UN" .
Kita tidak tau UN ini senjata jenis apa, atau mungkin UN adalah "bumerang" , ya bisa saja bumerang ini justru merusak mental bahkan kedaulatan negri ini, mungkin juga meruntuhkan moral pemuda pemudi bangsa ini.
Saya heran,apakah pemerintah pusat tidak mengkaji dan melakukan penelitian sebelum melakukan kebijakan ini,faktanya di lapangan un 20 paket ini menjadi monster yang siap membunuh banyak pelajar.
Saya melihat di sekolah sekolah banyak siswa yang pasrah dengan ujian ini.
Saya curiga dengan un 20 paket ini.
Apakah ada konspirasi besar untuk mengkorupsi uang negara dengan un20 paket.
Logikanya semakin banyak variasi soal berarti semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dan pastinya birokrasinya semakin berbelit dan berarti banyak uang yang beredar di pejabat pejabat.
Saya bukanya takut menghadapi un saya hanya prihatin dan merasa kasihan dengan siswa siswi indonesia, mereka sebenarnya anak anak yang cerdas tetapi mengapa mereka "dibodohkan" oleh sistem yang sangat tolol ini.
Masa sekolah selama 12 tahun ditentukan lulus atah tidak hanya dalam 4 hari.
Seharusnya kita berkaca ke negara negara yang sudah maju pendidikanya seperti singapura.
Sayangnya pejabat kita jika sedang melakukan kunjungan luar negri untuk study seperti itu niatnya bukan belajar untuk pintar fan mempintarkan orang lain tapi untuk kesenangan dirinya dan keluarganya saja.
Semoga saja suatu saat nanti ada sistem pendidikan yang lebih manusiawi dan lebih baik bagi anak anak indonesia. 

Senin, 07 Januari 2013

Tribrata & Catur prasetya

KAMI POLISI INDONESIA
1. Berbakti kepada nusa dan bangsa
dengan penuh ketakwaan terhadap
Tuhan yang Maha Esa.
2. Menjunjung tinggi kebenaran,
keadilan dan kemanusiaan dalam
menegakkan hukum negara
kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan pancasila dan
undang-undang dasar 1945.
3. Senantiasa melindungi,
mengayomi Dan melayani
masyarakat dengan keikhlasan
untuk mewujudkan keamanan dan
ketertiban.
CATUR PRASETYA
Sebagai insan bhayangkara,
kehormatan saya adalah berkorban
demi masyarakat, bangsa dan
negara, untuk :
1. Meniadakan segala bentuk
gangguan keamanan
2. Menjaga keselamatan jiwa raga,
harta benda dan hak asasi
manusia
3. Menjamin kepastian berdasarkan
hukum
4. Memelihara perasaan tentram dan
damai

Minggu, 06 Januari 2013

DI BAWAH KETIAK AMERIKA

amerika,jika mendengar nama itu pikiran pertama yang terlintas adalah sebuah negara yang makmur,kaya raya,megah,sejahtera dan serba wah. amerika memang sebuah negara penuh kuasa . tetapi apakah anda mau seumur hidup selalu berada dibawah ketiak amerika.
selama ini kita selalu bergantung pada negara ini ,segala urusan kita tidak bisa lepas dari amerika.
bahkan privasi pun kita tidak punya privasi sama sekali, sumber daya alam kita dikuras habis, bumi pertiwi diperkosa ,rakyat kita dimiskinkan bahkan pemerintahan pun juga dikontrol oleh mereka .
sungguh ironis nasib negara seperti kita ini ,seandainya dulu amerika tidak berhasil menggulingkan pemerintahan sang prpklamator kita bapak ir.soekarno. mungkin negara ini akan lebih baik,
sebenarnya yang paling banyak berdosa atas semua kemiskinan ini adalah mereka ,mereka tak peduli bagaimana nasib negara yang mereka ambil habis kekayaan alamnya.contohnya saja negara negara di afrika.
indonesia juga termasuk,kita lihat saja freeport ,mereka bahkan mengusir penduduk pribumi dari tanah mereka ,hanya untuk meraup keuntungan,menurut saya yang salah dalam hal ini adalah pemerintahan soeharto,karena dia  adalah bentukan amerika ,bahkan TNI dibayar untuk menembaki rakyat ,pantas saja mereka ingin kemerdekaan mereka sendiri .

Kamis, 03 Januari 2013

Hedonisme masa kini

Hedonisme adalah pandangan hidup
yang menganggap bahwa orang
akan menjadi bahagia dengan
mencari kebahagiaan sebanyak
mungkin dan sedapat mungkin
menghindari perasaan-perasaan
yang menyakitkan. [1] Hedonisme
merupakan ajaran atau pandangan
bahwa kesenangan atau kenikmatan
merupakan tujuan hidup dan
tindakan manusia. ( http://
id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme )
Hedonisme : Pandangan hidup yang
mengejar kesenangan (Kamus Besar
Bahasa Indonesia Modern).
Dari Kesimpulan diatas dapat kita
tarik pengertian bahwa hedonisme
adalah pandangan hidup yang
mengejar kesenangan materi saja
dan seseorang akan bahagia apabila
dia mendapat materi yang cukup
berlimpah dan kesenangan
merupakan tujuan dari hidup
mereka.
Lantas? Apakah ini yang sering
dikatakan orang “ini baru hidup”.
Uang banyak, harta berlimpah,
mobil merek eropa dan tinggal di
pemukiman elit. Jujur, saya hidup
di lingkungan yang mayoritas buruh
dan para pekerja keras, keras dalam
arti ini mereka benar-benar bekerja
keras untuk mendapatkan sesuatu
dan menghargai uang, meskipun
uang lembaran seribu rupiah yang
lecek. Mungkin, para kaum-kaum
“di atas” sana menganggap uang
seribu rupiah sebelahn mata “halah,
uang seribu ini, paling juga buat
bayar parkir”. Tetapi dalam
lingkungan saya uang seribu rupiah
adalah uang dan nilainya sama
dengan uang seratus ribu rupiah.
karena saya beranggap tidak ada
seribu maka tidak ada seratus ribu.
Lantas, apakah kaum “di atas”
berpikiran sama? Saya rasa tidak.
Pola hidup hedonisme yang erat
dengan gaya hidup mewah, boros
dan selalu memakai barang-barang
bermerk luar negeri terkesan jauh
dari kata sederhana dan hemat.
Tempat saya kuliah tidak luput juga
dari gaya hidup hedonisme, sampai-
sampai ada istilah “kalo mau dapet
cewek buat jadi pacar mesti bawa
mobil” lalu bagaimana nasib kawan-
kawan saya yang indekost? Mereka
hanya di beri jatah bulanan oleh
orang tua mereka, itupun kalau
kiriman datangnya tepat waktu atau
bagaimana dengan saya yang
pulang-pergi kuliah naik bus kota.
Tidak pantas juga mendapatkan
pacar? Padahal perempuan yang
mau berpanas-panasan naik bus
kota adalah perempuan yang
berhak naik mobil saya kelak. Ini
prinsip yang saya pegang sampai
saat ini.
Atau, saya juga ingin menyoroti
tingkah laku teman-teman saya
yang hobinya pergi ke klab malam,
dugen dan sebagainya. Jujur,
daripada pergi ke klab malam saya
lebih suka tidur atau menonton
sepakbola bersama tukang ojek di
pangkalan ojek dekat rumah saya
sambil mendengarkan cerita para
tukang ojek betapa susahnya
mendapatkan penumpang atau
mendegarkan teman-teman saya
yang menjadi buruh pabrik tentang
kenaikan upah UMR. Saya juga
heran dengan tingkah laku teman-
teman saya yang jikalau masuk
kuliah hanya membawa buku
binder tok! Hanya satu buah
pulpen untuk alat tulis tanpa diktat
atau bukun penunjang lainnya.
Pernah terbesit di benak saya
“apakah, mereka lebih pintar dari
saya?” “sehingga mereka tidak
butuh buku penunjang lagi untuk
belajar”. Untung lamunan saya
disadarkan dengan teman saya yang
berpendapat begini “orang kaya,
wajar kalo kuliahnya suka-suka”
“lah kita, kuliah suka-suka bisa
meninggal” untuk pendapat ini saya
setuju karena saya dan teman saya
kuliah untuk mendapatkan
pekerjaan yang lebih baik bukan
untuk nongkrong atau
membicarakan harga velg mobil dan
besok malam ada undangan party
dimana, dan karena saya sadar
bahwa biaya kuliah itu tidak murah.
Sebegitunya kah gaya hidup
hedonisme? Sampai meracuni
Mahasiswa yang notabenenya
adalah agen perubahan. Pantas saja
ada di Jakarta lebih banyak pusat
perbelanjaan daripada taman kota,
lha wong gaya hidup konsumtifnya
sudah menjalar sampai ke
mahasiswa yang harusnya kuliah
dan kuliah saja serta di selingi
dengan berorganisasi tanpa harus
berpikir pakai baju apa dan pakai
sepatu merk apa.
Saya berharap untuk Gubernur
Jakarta yang baru meminimalkan
pembangunan atau mungkin satu
tahun hanya boleh ada satu pusat
perbelanjaan di seluruh Jakarta,
kalau bisa menghancurkan pusat
perbelanjaan di Jakarta yang
menjadi sumber macet jalanan jika
ada diskon akhir tahun. Serta
perbanyak taman kota dan proyek -
proyek penghijauan untuk Jakarta,
sukur-sukur ada jalur khusus
sepeda di jalanan seluruh Jakarta.