Selasa, 30 Oktober 2012

Mengapa minyak dan gas kita dikuasai asing

Saya geli sendiri sebuah postingan
di FB yang menggambar peta
Indonesia yang dipenuhi berbagai
bendera negara asing sebagai
sebuah penanda perusahaan dari
negara mana saja yang menguasai
eksploitasi migas di negara kita,
dan lucunya tak aada bendera
Indonesi a di sana. Sangat
provokatif memang, terlihat di
posting-posting komentar
setelahnya penuh emosi
nasionalisme.
Memang tak ada yang salah, tapi
beginilah dunia yang begitu gelap,
minim informasi, dan semi-
tertutup. Dunia Migas. Sehingga tak
salah orang-orang diluar sana
teriak-teriak dengan petantang-
petenteng tentang migas kita yang
konon dikuasai asing. Apa betul ini
adalah masalah kita yang tidak
punya modal? ataukah ini masalah
teknologi? atau ini adalah masalah
SDM?
Atau yang paling serem apakah
betul teori konspirasi yang selama
ini beredar bahwa sumber daya
migas kita telah diatur sedemikian
rupa sehingga dikuasai oleh pihak
asing atau ini adalah hasil dari
kebodohan kita sendiri dalam
mengelola energi. Wallahu ‘Alam,
saya juga tak berani memastikan,
yang jelas saya punya fakta, silakan
anda mengambil kesimpulan
masing-masing.
Industri migas adalah industri yang
padat modal. Siklus hidupnya pun
cukup panjang, mulai dari fase
eksplorasi berupa pengambilan dan
kajian data-data geologis dan
sebagainya, yang tentunya belum
bisa menghasilkan apa-apa, lalu
dilanjutkan dengan pembuktian
analisis geologis tersebut dengan
cara membuat sumur eksplorasi
yang biayanya bisa mencapai
USD30juta untuk satu sumur lepas
pantai, padahal pengeboran
tersebut hanya berpeluang berhasil
1:10, sehingga perusahaan migas
perlu berjaga-jaga menyiapkan
uang USD300juta in case butuh gali
10 sumur, lagi-lagi perusahaan
migas belum mendapatkan revenue
apa-apa.
Apabila akhirnya ditemukan, maka
perlu pengeboran lanjutan dan
pengembangan fasilitas produksi
yang membutuhkan dana ratusan
juta dollar. Sampai pada akhirnya
perusahaan migas bisa menikmati
pendapatan mereka setelah fasilitas
produksi itu jadi, itu pun masih
harus keluar biaya untuk
maintenance dan antisipasi
penurunan produksi akibat faktor
alami. Dan saudara-saudaraku
sekalian, proses siklus ini bisa
memakan waktu 20 tahun!!!!
Sifat alamiah industri migas inilah
yang akhirnya seperti membuat
tembok tersendiri apabila ada
investor yang ingin coba-coba
bermain minyak, kalau bahasa
kerennya mungkin barrier to
business. Butuh kemampuan
finansial luar biasa untuk
melakukannya. Mari kita buat
skenario terbaik. Untuk kegiatan
eksplorasi buth USD10juta, sumur
eksplorasi 5 buah USD150jt, dan
pengembangan fasilitas produksi
dan sumur produksi USD200jt jadi
total USD360jt atau
Rp.3,420,000,000,000 (baca:
Trilyun) untuk satu lapangan.
For your info, tempat saya bekerja
dalam satu blok memiliki 5-9
lapangan. Jadi kalau mau terjun ke
dunia migas taruhannya adalah Rp
3,5 T. Di seluruh Indonesia
setidaknya ada 157 Wilayah Kerja
Migas (blok produksi) yang
berproduksi.
Anggap saja satu blok produksi
memiliki 5 lapangan, maka
investasi yang diperlukan rata-rata
adalah Rp2700T belum termasuk
maintenance yang perbulan bisa
mencapai USD50jt. Sehingga bisa
dibayangkan betapa betul-betul
padat modalnya bisnis ini. Lagi-lagi
tidak sembarangan perusahaan bisa
masuk kesini. Itu sebabnya
perusahaan nasional kita,
Pertamina, tak mampu berbuat
banyak dalam kancah perminyakan
di Indonesi. Dengan laba yang
“hanya” Rp 21T, yang mana
setengahnya disetorkan ke negara,
tak banyak yang bisa dilakukan oleh
Pertamina untuk mengelola seluruh
blok di Indonesia.
Walau memang ada cara lain dalam
mengelola migas kita sendiri, yaitu
dengan mengambil blok yang sudah
habis masa kontraknya, namun itu
biasanya adalah lapangan yang
sudah decline. Namun tetap saja,
uang masih bicara dalam
maintenance dan pengembangan
blok “sisa” KKKS lain tersebut,
seperti yang dilakukan Pertamina
untuk Enhanced Oil Recovery
terhadap sumur-sumur tuanya
(yang kebanyakan ex-KKKS lain).
Sehingga menyerahkan seluruh
pengelolaan migas di Indonesia
adalah merupakan kebijakan yang
kurang bijak menurut saya.
Lantas ada suara lain yang bilang
kalau Pertamina tidak bisa
mengelola sekarang kan bisa
disimpan nanti untuk anak cucu
kita (saya ingat betul ini perkataan
dosen saya, Pak Revrisond) sambil
menanti Pertam. Saya sendiri
sangat setuju mengenai hal ini,
1000%. Namun ada constraint lain
untuk mewujudkannya. Yaitu kita
sendiri. Kenapa kita sendiri?nah
akan saya lanjutkan di tulisan
selanjutnya.

Rabu, 24 Oktober 2012

Diskriminasi jurusan di sma

Saya pelajar kelas 3 di sekolah di balikpapan,sebagai siswa jurusan ips saya dan teman teman sejurusan merasa seperti warga negara ketiga di sekolah,bukanya saya menghina jurusan ipa tapi faktanya orang orang yang masul jurusan ipa tidak 100% murni hasil kemampuan fungsi kerja otak mereka,sedangkan kami siswa jurusan ips,yang nyata nyatanya kelak akan memimpin bangsa ini selalu dikatakan pelajar-pelajar yang malas,bodoh,calon koruptor,pencontek,dll.

Tapi fakta di lapangan kami orang - orang yang jujur,kami selalu mengerjakan tugas kami melakukan semuanya mandiri, sedangkan sekarang, siswa jurusan ipa sebagian besar masuk jurusan ini bukan hasil pemerasan akal pikiran mereka,mereka hanya andalkan "uang" dalam artian ikut bimbingan belajar dengan oknum guru yang tidak peduli masa depan bangsa ini, saya menulis ini bukan untuk mengadu domba antara jurusan ipa dan ips tapi sebagai refleksi atas kebobrokan sistem pendidikan tanah air kita yang sedari dini sudah diajarkan untuk membeda bedakan orang,korupsi dan semua yang menjurus ke materi tanpa moral.

Katanya kita ingin memberantas korupsi tapi bagaimana bisa bila di sekolah saja sudah seperti ini.


Kamis, 18 Oktober 2012

Guru

Guru yang tak tahan kritik boleh
masuk keranjang sampah. Guru
bukan Dewa dan selalu benar, dan
murid bukan kerbau.

Kita para murid sama saja merasakan kekejaman diktator,kalian para pelajar pasti sering menerima tugas tugas yang menumpuk,seharusnya para guru menyusun pembagian tugas tugas agar para siswa tkdak terlalu berat mengerjakan tugas tugas.

Kita pasti sering dimarahi guru jika tidak mengerjakan pr padahal kita bisa saja mengerjakanya jika tugas tugas yang diberikan para guru tidak terlalu banyak.

Guru tidak berhak mencap muridnya malas hanya karena tidak mengerjakan tugas,seharusnya gurulah yang mengintrospeksi diri.

Bukanya saya bermaksud membangkang,saya menghargai jasa para guru tanpa mereka kami hanya sampah,tapi apakah dengan memberikan tugas tugas yang menggunung itu bisa mencerdaskan kami,?.

Manusia bukan komputer yang bisa multitasking,kita hanya bisa fokus pada satu hal saja,bagaimana mau berhasil jika harus fokus pada lebih dari 10 mata pelajaran yang harus baik semua nilainya? ???

Selasa, 16 Oktober 2012

Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Berwajah Jelek, Miskin, dan Tidak Memiliki Masa Depan???

Apakah Anda termasuk warga
JOMBANG (JOMblo ga berkemBANG)
dan sekitarnya? Sudah bosan jadi
orang KEDIRI? Kemana-mana
Sendiri? Atau lagi MAGELANG? MAsa
depan Galau dan tak TeLang?
Apakah Anda sedang kebingungan
mencari pasangan hidup? Apakah
Anda masih belum laku-laku juga?
Jika Anda masih belum “sold out”,
berarti ada yang salah dengan
marketing pribadi Anda. Selain
factor nasib, jodoh, dan tampang
tentunya (klo ini saia ga ikut-ikut).
Untungnya Tuhan menciptakan
Philip Kotler, Kenichi Ohmae, Peter
Drucker, Jack Trout, Hermawan
Kertajaya, Yoga PS, dan ahli2
manajamen pemasaran strategis
lainnya. Karena kali ini kita akan
menggunakan strategic marketing
untuk menjual diri kita sendiri.
Supply demand
Sebelumnya, mari kembali ke
konsep dasar dari ilmu ekonomi:
permintaan dan penawaran. Ya,
mencari jodoh ibarat memasuki
“pasar perkawinan” dimana ada
supply dan demand. Supply
pasangan hidup dan permintaan
akan pasangan hidup.
Memang pernikahan bukan hanya
transactional benefit, atau
semacam legalisasi perzinahan. Ada
yang bilang jika menikah adalah
membangun peradaban. Kita tidak
bisa melakukan simplifikasi proses
cinta menjadi jual beli transactional
semata. Karena cinta itu buta.
Pernah nonton film “Si Cinta Dari
Goa Hantu” kan? Dan ada banyak
kasus dimana cinta menjadi sangat
irrational dan tidak bisa dijelaskan
secara logika, kata-kata, dan
ekonometrika ekonomika statistika.
Tapi untuk mempermudah
pembahasan kita mengasumsikan
orang yang ingin menemukan
pasangan hidup bersifat rasional
dan menempatkan dirinya dipasar.
Hampir seperti pasar tenaga kerja.
Kita memberikan supply. Dan
seperti logika ekonomika, barang
yang bagus biasanya memiliki
permintaan yang bagus. Sebaliknya,
barang yang jelek demand-nya
tidak terlalu tinggi.
Tapi tunggu dulu, semua
tergantung pada strategi yang kita
lakukan. Buktinya ada pria yang ga
terlalu ganteng, ternyata bisa jadi
playboy. Ada juga wanita yang
cantiknya kaya bidadari eh masih
single sampai umur 30 an.
Semua hanya masalah pemilihan
strategi dan eksekusi. Contohnya
Mercedes Benz, jika Anda tidak bisa
menjualnya, tetep aja ga laku. Dan
meskipun Anda Cuma berjualan
Suzuki Carry, jika Anda bisa
memasarkannya, tetap bisa laris
manis.
Lantas bagaimana caranya?
What should we do?
ara bego-bego-an, pemasaran
berarti melakukan komunikasi yang
tepat tentang produk/jasa yang
tepat untuk pasar yang tepat.
Secara garis besar sederhana, ada
tiga:
1. Lakukan Analisa Internal
2. Tentukan Target Pasar
3. Action! Action! Action!
Sebelum pergi ke “bursa
perjodohan”, Anda harus bisa
menemukan diri Anda sendiri dulu.
Apakah Anda sudah siap
berpasangan? Apa yang bisa Anda
berikan? Feature apa yang bisa
Anda tambahkan? Apa competitive
advantage yang Anda miliki? Anda
harus bisa menjawab pertanyaan
sederhana: Hal apa yang Anda
punya sehingga pasangan Anda
harus menerima Anda?
Analisis SWOT mutlak diperlukan.
Apa kelebihan yang kita miliki,
kekurangan yang masih harus
diperbaiki dan terkadang ditutup-
tutupi. Peluang pengembangan diri,
dan ancaman dimasa depan. Atau
bisa menggunakan 5 Porter analysis
yang meliputi kekuatan konsumen
(klo target Anda tante2 perawan
tua umur 45 tahun, kekuatannya
menolak lamaran Anda lebih kecil
daripada gadis 17 tahun), kekuatan
supplier (Anda sendiri), mudah
tidaknya memasuki suatu pasar
(naksir bini orang? Pikirin 13x),
potensi subsitusi (bisa nyari target
lain?), dan persaingan (Punya
saingan yang lagi ngejer si doi?).
Anda tidak harus menjadi
Superman. Atau memiliki body
kaya bintang bokep. Nobody’s
perfect. Yang jelas kita harus
memiliki competitive advantage.
Entah kecerdasan, harta,
interpersonal skill, spiritual power,
atau besarnya rasa cinta dan rela
menerima si dia apa adanya. Kata
pepatah China, sungai biar dangkal
yang penting ada naganya, gunung
biar pendek yang penting ada
dewanya!.
Untuk memenangkan persaingan
Anda dapat menggunakan rumus
3B. Bukan berdoa, berusaha, dan
berkaca (guyonan zaman kapan lagi
itu). Tapi Be the first, siapa cepat
dia dapat. Jika telat, be the best.
Jika tidak bisa? Just be different!
Ciptakan keunikan Anda sendiri.
Just grow with your own
character!!!
Sniper
Yang tak kalah penting tentu saja
pemilihan target “pasar” Anda.
Karena pasarnya beda, approach-
nya berbeda, action-nya juga
berbeda. Mendekati akhwat sholeh
yang pakai cadar tentu beda
caranya dengan ABG sok gaul yang
masih belajar nulis sms dengan
benar.
Lakukan segmenting, targeting, dan
positioning. Tulis kriteria target
pasar Anda. Apa pendidikannya,
profesi, Socio Economic Class,
umur, kepribadian, hobby, hingga
kriteria fisik dan lainnya. Suka-
suka. Tulis saja dulu. Urusan
kesampaian atau tidak itu masalah
nanti.
Sudah punya target? Sekarang
pelajari pasar Anda. Bagaimana
behaviornya, apa seleranya, apa
hobbinya, apa yang dibencinya,
topic apa yang membuatnya
tertarik, bagaimana pola pikirnya,
apakah ada “produk pesaing”?
bagaimana “market entry”-nya?
Komunikasi pemasaran apa yang
cocok? Media apa yang bisa
digunakan?
Karena target Anda menentukan
strategi Anda. Jika “segmen” Anda
doyan clubbing ya minimal situ
harus tahu siapa DJ yang keren. Klo
“pasar” anda penyayang binatang,
akan lebih baik jika muka Anda
mirip binatang. Hehehe. (Asal
prilakunya jangan kaya binatang
lho..). Klo “konsumen” Anda anak
Kiai ya berarti mulai sekarang Anda
harus belajar beneran mengaji dan
berhenti “ngaji” (ngajakin jinah :p).
Marketing is just like flirting girl
Gampangannya gini deh:
1. Ada gadis cantik di sebuah pesta.
Anda mendatanginya dan langsung
bilang, “Saya orang kaya. Nikah
sama saya, yuk!” Itu namanya
Direct Marketing.
2. Ada gadis cantik di sebuah pesta.
Salah satu temanmu
menghampirinya. Sambil menunjuk
ke arah Anda, temanmu itu
berkata, “Dia orang kaya, nikah
sama dia, ya!” Itu namanya
Advertising.
3. Ada gadis cantik di sebuah pesta.
Anda menghampirinya, lalu minta
nomor HP. Esok harinya Anda
telepon dia dan langsung bilang,
“Saya orang kaya. Nikah sama saya,
yuk!” Itu namanya Telemarketing.
4. Anda melihat gadis cantik di
sebuah pesta. Anda merapikan diri,
lalu menuangkan minuman buat
dia, dan membukakan pintu buat
dia. Sambil mengantarnya pulang,
Anda bilang, “By the way, saya
orang kaya nih. Nikah sama saya,
yuk!” Itu namanya Public Relations.
5. Anda melihat gadis cantik di
sebuah pesta. Dia menghampiri
Anda dan berkata, “Anda orang
kaya, kan? Nikah sama saya, yuk!'
Itu namanya Brand Recognition.
6. Ada gadis cantik di sebuah pesta.
Anda mendatanginya dan langsung
bilang, “Saya orang kaya. Nikah
sama saya, yuk!”, tapi dia malah
menampar Anda. Itu namanya
Customer Feedback.
7. Ada gadis cantik di sebuah pesta.
Anda mendatanginya dan langsung
bilang, “Saya orang kaya. Nikah
sama saya, yuk!”, terus dia
memperkenalkan Anda ke
suaminya. Itu namanya Demand
and Supply Gap.
8. Anda melihat gadis cantik di
sebuah pesta. Anda
menghampirinya, tapi belum juga
Anda sempat bilang apa-apa, ada
pria lain datang dan langsung
berkata, “Saya orang kaya nih.
Nikah sama saya, yuk!' Lalu sang
gadis pergi dengan pria tersebut.
Itu namanya Losing Market Share.
9. Anda melihat gadis cantik di
sebuah pesta. Anda
menghampirinya, tapi belum juga
Anda sempat bilang, “Saya orang
kaya nih. Nikah sama saya, yuk!'....
tiba-tiba istri Anda nongol! Itu
namanya Barrier to New Market
Entry!!!.
For the Minor
Seperti judul, bagaimana jika saya
jelek, item, kumel, kucel, dekil,
miskin, pengangguran, ga sekolah,
sering masuk penjara, ngentutan,
idup lagi! Untungnya para ekonom
punya teori dari Jean Baptise Say:
“Every supply creates its own
demand”.
Semua penawaran akan
menciptakan permintaan. Pasti ADA
yang berjodoh dengan kita. Lha
wong Babi yang jorok aja bisa
punya istri (pasti laku kan :p).
Apalagi manusia yang baik, murah
senyum, menyebut nama Tuhannya
di pagi dan petang, bersyukur,
bekerja dalam kebaikan, dan hidup
dalam keikhlasan. Mengabdi untuk
Tuhan.
Laki-laki yang baik, untuk wanita
yang baik. Demikian sebaliknya. Itu
aturan Tuhan yang tertulis di kitab
suci. Jangan resah. Jangan gundah.
Cukup pasrah. Ubah persepsi.
Perbaiki diri. Menata hati. Tuhan
pasti memberi yang terbaik suatu
saat nanti.

Senin, 15 Oktober 2012

"Andai Aku menjadi Ketu K P K "

Baiklah seperti topik di atas andai aku menjadi ketua kpk,sebenarnya menjadi seorang yang berkuasa dan bertanggung jawab atas sebuah lembaga milik "rakyat" ini adalah tugas yang sangat berat.

Tetapi jika saya mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin,tentunya saya akan bertanggung jawab atas nama rakyat,karena lembaga ini milik rakyat.

Baiklah jika saya menjadi ketua kpk
Saya akan belajar dari hong kong bagaimana mereka menghabisi para koruptor.

Saya juga akan menambah jumlah penyidik minimal 10000 orang,mungkin kelihatanya mustahil tetapi apa salahnya di coba,hongkong yang notabenya negara kecil saja memilili lebih dari 1000 penyidik,sedangkan kita 500orang pun tak sampai.

Dan juga harus ada kepatuhan dan loyalitas yang harus dibentuk bagi para pejuang pejuang baru tersebut,
Saya harap itu bisa membuat indonesia jadi bersih dari korupsi

Rabu, 10 Oktober 2012

Mendung

Mendung langit layaknya pekat jelaga, Hitam,kelam,gelap... Seakan mengharmonikan suasana hati ini Yang pekat... Awan awan hitam menari di pekatnya langit Matahari di halanginya untuk memamerkan keindahan sinarnya. .. Bagaikan kehidupan, Hujan. .. Datang lalu pergi Seperti manusia,hidup lalu mati

Sebuah tanya

Tak sadarkah kalian yang tinggal di daerah di luar pulau jawa kalian dijadikan mesin uang bagi mereka yang tinggal di sana,pemerintah memanfaatkan sda kita yang ada di kalimantan,sulawesi,papua dan sumatra untuk menggaji diri mereka dan membiarkan kita hidup susah.

Peraturan ekonomi yang mengharuskan semua pendapatan daerah harus diaetor kepusat adalah mesin bagi koruptor untuk mengeruk uang kita.

Sadarlah

Sebuah tanya

Tak sadarkah kalian yang tinggal di daerah di luar pulau jawa kalian dijadikan mesin uang bagi mereka yang tinggal di sana,pemerintah memanfaatkan sda kita yang ada di kalimantan,sulawesi,papua dan sumatra untuk menggaji diri mereka dan membiarkan kita hidup susah.

Peraturan ekonomi yang mengharuskan semua pendapatan daerah harus diaetor kepusat adalah mesin bagi koruptor untuk mengeruk uang kita.

Sadarlah

My world today

Hey i wanna tell u about my world today