Jumat, 12 Desember 2014

Gundah

Renungkan apa yang terjadi di kala mentari telah terbenam adalah sebuah kesalahan klasik yang selalu ku perbuat

Tak pernah rasanya ku bertindak benar
Nalar berkata melampau batasan pemikiran otak
Dan hanya bisa menyesal ketika gundah melanda

Tuhan apa salahku
Tuhan apa kau masih bersamaku
Kata kata klise stigmatik yang selalu ku umpatkan dalam bati ketika hari buruk melanda

Rabu, 03 Desember 2014

Laki laki pemalu

Tak bisa berkata ku
Tak bisa berkutik ku
Terdiam ku saat itu
Termangu ku dalam lamunan

Terjatuhku dalam senyumnya
Tenggelam ku dalam tawanya
Terlelapku dalam riangnya

Hanya bisa merasa dalam hati ku
Tak bisa ku ungkapkan
Hanya bisa diam ku
Tak ku ucapkan
Tak kusampaikan

Hanya dalam hati
Ku mampu teriak
Hanya dalam hati ku mampu menyapa
Bibir tak kuasa mengucap

Oh bodohnya

Senin, 01 Desember 2014

Prosa Hidup

Hidup sungguh suatu algoritma canggih yang sengaja tuhan ciptakan
Hidup sungguh munafik jika tak mengenal tuhan
Tuhan ciptakan kehidupan tak ada yang tahu apa maksudnya
Hidup untuk apa saling mendendam ,memaki ,mencaci ,menuduh ,membunuh
Hidup ,kita dihidupkan oleh tuhan yang sama
Kita hidup di dunia yang sama
Kita hidup dibawah sinar matahari yang sama
Kita hidup di bawah rembulan yang sama
Hidup kita sama
Hidup kita tidak berbeda
Hidip kita sama jika kita saling mengerti
Hidup kita tidak berbeda jika kita saling memberi
Tapi mengapa kita harus begini
Mengapa harus ada permusuhan
Mengapa harus ada pertikaian
Mengapa harus ada kebencian diatara kita para mahluk hidup
Ingat ,tak ada apapun yang bisa kita sombongkan di dunia ini
Kita sama kita sama kita sama

Jumat, 21 November 2014

The big picture

(Tulisan ini saya copas dari blog milik  pandji pragiwaksono)
Sebuah kesempatan langka berkesempatan ke
NTT, kala itu saya datang dalam rangka
revitalisasi posyandu di sana. Sesuatu yang
sangat dibutuhkan banyak masyarakat. NTT
adalah propinsi dengan angka kematian anak
tertinggi di Indonesia
Sampai hari ini pengalaman berharga itu masih
membekas sampai hari ini, untuk yang belum
baca perjalanan saya, silakan klik di sini
Pulang dari Kupang, saya menyimpan pertanyaan
spesifik. Dari bertanya, saya akhirnya tahu jarak
garis lurus antara Kupang dengan perbatasan
timorleste adalah 140km, jarak tempuh ke sana
dari Kupang sekitar…. 8 jam.
Jakarta-Bandung lewat Cipularang juga 120km
bisa saya tempuh dalam waktu 2 jam, bahkan
kalau saya nyetir dengan membayangkan film
FastFive saya bisa sampai Bandung dalam 1 jam
saja.
Mengapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah
infrastruktur.
Pemerintah Indonesia, tidak terlihat konsisten
dalam niatnya membangun Indonesia karena
terutama di Indonesia Timur, infrastruktur yg abal
abal membuat saudara saudara kita di sana tidak
bisa mendapatkan kesempatan yang adil.
Ini pemahaman saya tentang infrastruktur
1. Misalnya anda mau menjual rumah anda, lalu
jalan di depan rumah, rusaknya ampun ampunan.
Kalau bawa mobil di jalan tersebut, anda akan
merasa seperti sedang naik rover di permukaan
bulan. Lalu, pemerintah kota memperbaiki jalan di
depan rumah anda tersebut. Jalan menjadi mulus
seperti paha personil cherrybelle. yang manapun.
Otomatis, VALUE rumah anda akan naik. Harga
rumah anda meningkat dan dengan itu uang yang
anda terima jadi nambah.
Kejadian sebaliknya terjadi di Kelapa Gading,
pasca banjir 2007 banyak rumah yang dijual.
Harga rumah rumah yang dijual di Kelapa Gading
ini seharga Rp 300juta. Sekedar informasi,
sebelum banjir, nilainya sekitar Rp 1M. Mengapa
bisa turun? Karena banjir. Si penjual hanya
menjual dengan harga tanah karena siapapun
yang membeli rumah tersebut pasti akan harus
merobohkan rumah yang lama dan kemudian
membangun kembali rumah yang ditinggikan
untuk mengantisipasi banjir. Ketika infrastruktur
berupa Banjir Kanal Timur diselesaikan dengan
harapan banjir tidak akan lagi melanda Kelapa
Gading, harga harga rumah mulai kembali normal.
2. Selain Grameen Bank ada sebuah perusahaan
namanya Grameen Phone, inisiatif Muhammad
Yunus ( inisiator Grameen Bank) bersama Nokia,
untuk menyediakan ponsel kepada para pedagang
kecil di Bangladesh. Ponsel tersebut dilengkap
juga dengan informasi mengenai harga bahan
bahan dasar, dll yang berkaitan langsung dengan
bisnis mereka Sejak program ini jalan, pemasukan
para pedagang kecil Bangladesh meningkat pesat.
Ternyata selama ini, jarak yang terlalu jauh
antara pasar (market place) dengan sawah/
ladang/ peternakan menghambat bisnis mereka.
Contoh paling sederhana, seorang peternak
kambing mendapatkan kabar via teman yang baru
datang dari pasar bahwa ada yang ingin membeli
kambing. Sang peternak, jalan KAKI sekitar 6 jam
hingga ke pasar hanya untuk menemukan fakta
bahwa si pembeli sudah mendapatkan dari
peternak lain, dan ternyata yang dia cari adalah
SAPI .
Handphone, membantu efektivitas perdagangan
para pelaku usaha kecil ini. Saya langsung ingat
cerita Angga Sasongko tentang keadaan di
Mentawai. Di sana, boro boro orang bisa tahu
berapa angka pasti korban tsunami, wong telfon
aja ga ada. Kemkominfo pernah memberi
sejumlah telefon satelit untuk Mentawai, sekarang
rusak semua. Boro boro untuk perdagangan,
untuk urusan nyawa saja, infrastruktur seperti
telefon tidak bisa disiapkan
3. Saya kemarin baru dari Pasar Senen untuk
kebutuhan shooting, saya berbincang dengan
banyak pedagang di sana, beberapa sudah ada di
sana sejak 1970an. Mereka mengeluh, pemasukan
yang berkurang. Mereka mayoritas tidak
menyalahkan hypermart yang sekarang marak
bermunculan karena memang, menyasar segmen
yang berbeda, harga Hypermart juga sebenarnya
lebih mahal dan mereka juga nampaknya sadar
faktor kebersihan jadi alasan mengapa orang
mulai meninggalkan dagangan mereka. Obrolan
ini, terjadi di lantai dasar Pasar Senen, di area
pasar basah, dengan kaki berkubang entah air
apa yang membasahi lantai, dengan seorang
pedagang ikan yang sibuk mengusir kecoak yang
lari lari di atas ikan ikan dagangan mereka.
Saya lalu berbincang dengan seorang bernama
Pak Suwito beliau seorang pengusaha properti
(mal tepatnya) yang menulis buku “Jakarta dan
Pusat Perbelanjaan”. Saya bertanya, apa yang
bisa pemerintah lakukan untuk membantu pasar
tradisional tidak terluka seperti sekarang ini.
Jawabannya, lagi lagi infrastruktur “Pemerintah
daerah harusnya memberi dukungan dalam
bentuk perbaikan infrastruktur. Perbaiki kondisi
pasar pasar tradisional, bersihkan, buat agar
pasar kembali menjadi nyaman dan bersih
sehingga punya daya saing”. Beliau kemudian
mencontohkan bagaimana pemda banten
memberi dukungan kepada Pasar Tradisional di
Serpong dengan membawa BPOM masuk ke
pasar tersebut. Pasar kemudian dibimbing agar
dagangannya bersih dan sehat, hingga kini
akhirnya omset pedagang di sana meningkat
karena harganya murah tapi kebersihan terjamin.
Saya lalu bertanya, “Lalu apa yang membuat
Pasar Senen sebagai pasar besar pertama di
Jakarta bisa bertahan sampai sekarang?”
Jawabannya lagi lagi karena infrastruktur “Coba
kamu lihat, ke Pasar Senen itu gampang, mau
naik bis trans jakarta bisa, mau naik KRL
stasiunnya ada, mau naik mikrolet ada trayeknya,
lalu ada jembatang penyebrangan ber AC dengan
toko toko di dalamnya untuk orang yang mau
menyebrang dari Atrium Senen ke Pasar Senen
dan sebaliknya”
NAH
Saya tahu anda masuk ke blog ini untuk
membaca tentang kenaikan BBM, anda mungkin
bingung mengapa jadi membaca semua yang ada
di atas. Jawabannya adalah, karena saya ingin
memberikan gambaran umum mengenai
pentingnya pembangunan dan perbaikan
infrastruktur di Indonesia untuk menstimulasi
kesejahteraan masyarakat. Sehingga ketika anda
tahu bahwa alokasi dana untuk pembangunan
infrastruktur (di APBN tulisannya: belanja modal)
kecil, anda akan kaget dan mempertanyakan di
mana keseriusan pemerintah
Apalagi karena siapapun yang menolak kenaikan
BBM dengan alasan kasian kepada rakyat kecil
harusnya tahu bahwa kalau memang peduli
kepada rakyat kecil, harusnya uangnya dialihkan
kepada infrastruktur seperti apa yang
direncanakan pemerintah ( saya baca di sini dan
menurut saya komik tadi itu merupakan inisiatif
menarik dari pemerintah untuk menerangkan soal
kenaikan BBM)
Mungkin sudah jelas sampai sini bahwa saya
berpihak kepada kenaikan BBM. Yang belum jelas
saya terangkan adalah, bahwa menurut saya
anjuran untuk tidak menaikkan harga BBM juga
bukan sesuatu yang salah.
Bingung?
Mari saya jelaskan…
Di Provocative Proactive Radio selasa malam
kemarin (27 maret 2012) saya mewawancara
Mas Aco Patunru seorang peneliti dari LPEM FEUI
dan juga dosen Mikro Ekonomi, Makro Ekonomi,
Perencanaan Pembangunan, Ekonomi
Pembangunan dan Ekonomi Sumber Daya Alam
dan Lingkungan di FEUI. Saya juga membawa ke
studio Mas Arief Budimanta seorang anggota DPR
Komisi 11 yang membidangi keuangan,
perencanaan keuangan nasional, perbankan dan
lembaga keuangan bukan bank. Beliau dari PDI-
P.
Mas Aco pro kenaikan BBM, Mas Arief kontra
kenaikan BBM.
Saya membawa mereka berdua ke studio karena
saya lelah melihat, mendengar, membaca opini
opini. Saya ingin bertemu dengan fakta fakta baik
dari mereka yang mendukung dan yang tidak.
Saya ingin bertanya agar kemudian saya bisa
berkesimpulan sendiri dengan keyakinan penuh.
Latar belakang diskusinya begini, Pemerintah
tidak kuat terus terusan mensubsidi BBM apalagi
dengan harga minyak yang terus meningkat.
Pemerintah merasa APBN bisa jebol kalau terus
terusan begini.
Mengapa harga minyak dunia meningkat?
Sederhana saja, minyak bumi adalah sumber
energi yang tidak dapat terbarukan. Kelak akan
habis. Sementara, jumlah manusia yang mondar
mandir di atas Bumi meningkat terus. Kalau ada
barang dagangan yang menipis dan yang mau
beli jumlahnya banyak, pasti harga akan naik.
Seperti cinta saya. Saya cuma punya cinta
sedikit, yang pengen cinta dari saya banyak,
walhasil cinta saya mahal….. hehehe
Selain itu, konflik antara Amerika Serikat dengan
Iran juga menambah buruk keadaan. Iran yang
ngotot terus mengembangkan teknologi nuklir
akhirnya “dihukum” Amerika Serikat. AS
“memerintahkan” negara negara termasuk negara
kita untuk tidak membeli minyak dari Iran.
Maklum, kita sudah keluar dari OPEC dan tidak
lagi mengekspor minyak. Kita cuma boleh
produksi 650 ribu barrel perhari sementara yg
harus disokong adalah kebutuhan sejumlah 1 juta
barrel. Akhirnya kita banyak mengimpor. Karena
kita mengimpor maka harga minyak dunia sangat
berpengaruh kepada kita. Pertanyaannya, kenapa
kita musti nurut atas perintah Amerika Serikat?
Karena Indonesia saat ini emang masih jadi
kacungnya Amerika Serikat hehehehehehehehe
Banyak aliran dana dari Amerika Serikat yang
masuk ke Indonesia baik dalam bentuk pinjaman
maupun hibah. dari US AID, dan lain lain.
Biasanya uang uang tersebut masuk untuk
pembangunan infrastruktur. Makanya kalau kita
nggak nurut, uangnya ga turun, sementara kita
tahu alokasi dana untuk infrastrukur jauh di
bawah yang dibutuhkan itulah mengapa
pemerintah RI kemarin kemarin ini sangat
mengandalkan uang dari asing.
Sayang memang. Padahal kalau bisa pake uang
sendiri, mending pake uang Indonesia sendiri.
Oiya lupa, uangnya dipake untuk subsidi BBM,
hehehe
Kembali ke BBM, dari penuturan di atas berarti
kita sama sama sepakat bahwa harga minyak
dunia akan terus naik. Kalau kita terus menerus
mensubsidi, maka lama lama jumlah subsidinya
akan terus naik dan semakin memberatkan
APBN.
Cadangan BBM yang Indonesia miliki, yang
diperkirakan masih tersisa dalam bumi pertiwi,
akan habis 25 tahun dari sekarang. Kalau habis,
berarti 100% kebutuhan BBM kita akan import
dari asing, pada saat itu terjadi maka kita mau
nggak mau harus pakai harga dunia dan akan
sangat berat. Kalau nggak percaya, silakan
google sendiri harga BBM di negara negara lain.
harga kita adalah yang termurah.
Bahkan negara lain sering bertanya “Bagaimana,
Indonesia sudah menarik pajak dari BBM?” , kita
akan jawab boro boro, ngurangin subsidi aja
diprotes hehehe
Ya, betul sekali. Negara lain mulai menarik pajak
dari penggunaan BBM sebagai diinsentif
penggunaan BBM. Bahasa sederhananya, supaya
orang males pake BBM.
Mengapa orang harus dibuat males? Supaya
membuka jalan untuk pengembangan energi
alternatif
Di Indonesia pengembangan energi alternatif tidak
berjalan. Tidak ada investor yang mau masuk ke
area itu. Mengapa? Karena harga BBM di
Indonesia murah. Energi alternatif yang mereka
akan tawarkan tidak akan bisa bersaing harga.
Saya tahu ini karena beberapa waktu lalu saya
bertanya kepada banyak pihak mengapa di
Indonesia tidak ada yang mengembangkan tenaga
matahari, atau arus bawah laut dan masih
banyak lagi potensi energi alternatif terbarukan
yang Indonesia miliki. Bahkan negara negara lain
mengakui, Indonesia adalah rumah untuk sumber
sumber energi alternatif terbarukan terbesar di
dunia. Tapi mengapa tidak ada yang
mengembangkan? Jawabannya, karena mahal
dan tidak dapat bersaing dengan BBM yang
masih murah di Indonesia.
Mas Arief, yang notabene seorang anggota DPR
fraksi PDI-P, sebuah partai yang keras menolak
kenaikan BBM juga mengakui bahwa harga
minyak dunia akan terus naik, beliau juga setuju
harga BBM di Indonesia kelak memang terpaksa
harus dinaikkan
Saya tanya kepada beliau, “Kalau misalnya Mas
Arief ga setuju kenaikan BBM sekarang, lalu Mas
setujunya akan naik kapan?”
Jawaban Mas Arief “Entah, tergantung
momentum..”
Mungkin maksud beliau “Tergantung siapa
Presidennya”, karena sekarang Presidennya SBY
maka ini momentum yang tepat untuk menolak
kenaikan tersebut. PDI-P jadi keliatan oke di
mata rakyat. hehehe
Karena kenyataannya, waktu Megawati jadi
presiden, harga BBM juga naik, 3 kali bahkan.
Mas Arief bilang “Waktu itu kondisinya beda..”
Iya, beda Presidennya. Kalau Presidennya dari
partai PDI-P tentu keputusan naikin BBM akan
dibela.
hehe
Diskusi kami, saya, Mas Aco dan Mas Areif
akhirnya mondar mandir di urusan besarnya
APBN dan dan berapa banyak yang harus
dikurangi.
Mas Arief berargumen sebenarnya pemerintah
tidak perlu menaikkan BBM kalau yg
dikhawatirkan adalah uangnya ga cukup.
Karena uangnya ada. Bahkan dari sisa anggaran
yang lalu bisa dipakai dan dimasukkan kepada
rencana APBN sekarang.
Mas Arief bilang, kenaikan BBM harusnya tahun
2011 ketika daya belanja masyarakat sedang
tinggi tingginya. Ketika saya tanya, “Bukankah
sekarang juga kuat?” Jawaban Mas Arief, “Sedikit
melemah dibandingkan tahun lalu”
Mas Arief bilang, perkuat dulu kemampuan
ekonomi masyarakat baru naikkan BBM.
Cari solusi solusi lain agar APBN bisa selamat
tanpa harus mengorbankan rakyat. Dampak
inflasinya akan mencekik rakyat.
Masuk akal argument Mas Arief, apalagi karena
solusi yang ditawarkan pemerintah untuk
mengtasi dampak inflasi adalah solusi yang saya
kurang sreg. BLSM. Bantuan Langsung
Sementara Masyarakat. Di mana 30% masyarakat
dengan ekonomi terbawah di Indonesia akan
mendapatkan uang sebesar Rp 150.000 selama 3
bulan untuk mengurangi dampak inflasi tersebut
dengan asumsi setelah 3 bulan masyarakat sudah
bisa menyesuaikan dengan dampak inflasi.
Saya tidak pernah suka dengan BLT dan juga
BLSM. Saya bingung dengan praktek dan
efektifitasnya.
Kata Mas Aco dibandingkan Negara Negara lain
yang menjalankan program seperti BLSM,
Indonesia ternyata angka kebocorannya
terrendah.
Tidak membuat saya tenang.
Itu seperti “Naik mobil ini gapapa kok,
kecelakaannya lebih sedikit. Tetep nabrak, tapi
sedikit…”
Mas Aco beropini, kenaikan BBM harusnya tidak
dilihat dari urusan defisit anggaran saja seperti
yang selama ini diperdebatkan.
Menurut Mas Aco, kenaikan BBM harus dilakukan
karena memang hal yang benar. Menurut
SUSENAS, Survey Ekonomi Sosial Nasional, yang
menikmati subsidi BBM hanya 10% masyarakat
teratas di Indonesia. Aneh menurut saya karena
masyarakat bawahpun mendapatkan efek dari
kendaraan umum yang dia gunakan dan harga
harga pokok kan juga terpengaruh dari BBM
Kedua menurut Mas Aco kalau memang peduli
kepada penggunaan energi alternative, harus
dipaksa untuk mengurangi penggunaan BBM
dengan menaikkan harga sehingga ada peluang
untuk mengembangkan energy alternative
(demandnya ada) dan energy alternative bisa
bersaing secara harga. Di sini saya setuju.
Ketiga dan ini poin yang saya setujui juga, adalah
alasan pengalihan sisa dana untuk infrastruktur.
Kesimpulan: Tidak ada yang salah, kedua solusi
sama sama benar.
Kalau anda mempelajari jalan yang ingin diambil
pemerintah dan jalan yang ditawarkan oleh PDI-
P, sebenarnya tidak ada yang salah
Hanya saja kebanyakan di antara kita kalau
sudah pro terhadap 1 sisi, cenderung enggan
untuk mencoba memahami sisi yang lain.
Saya sih memaksa diri untuk memahami
keduanya. Dan sejauh yang saya amati, keduanya
ada sisi baik dan buruknya
PRO kenaikan BBM:
Positif:
Langkah yang benar, tidak melakukan
pembodohan kepada masyarakat dengan “harga
palsu”
Mengurangi kemungkinan kecurangan, korupsi
akibat kesenjangan harga minyak antar Negara
bahkan daerah di Indonesia
Memberi ruang untuk pembangunan infrastuktur
di daerah daerah Indonesia yang tertinggal
Memberi harapan terhadap pengembangan energi
alternative
Negatif:
Berat untuk seluruh rakyat Indonesia. Yang
menengah ke atas bisa lebih mudah
menyesuaikan, berat tapi bisa menyesuaikan.
Yang menengah ke bawah akan sulit untuk
beradaptasi. BLSM bagi saya beresiko.
KONTRA kenaikan BBM:
Positif:
Rakyat tidak kaget dengan kenaikan ini dan tidak
terkena dampak inflasi (walaupun sebenarnya sih
akan kerasa terus untuk selamanya..)
Soal anggaran ada banyak cara untuk mengisi
kekurangan yang dibutuhkan seperti sisa
anggaran sebelumnya dan termasuk menyumbat
kebocoran kebocoran anggaran akibat korupsi
Negatif:
Kurang mendidik, karena hanya mengundurkan
bom waktu. Bomnya akan meledak. Hanya saja
kalau bisa meledaknya jangan sekarang. Jangan
ketika kita yang merasakan nanti saya generasi
mendatang yang merasakan (maaf terdengar
sinis hehe)
Keterangan di atas memang sangat
disederhanakan.
Intinya, 2 jalan tadi ada positif dan negatifnya,
tapi secara umum keduanya benar.
Naif sekali apabila kita berpikir, hanya ada 1 jalan
menuju Indonesia yang lebih baik
Buka peta Indonesia dan buka mata anda baik
baik.
Lihat dan pahami bahwa Indonesia terlalu luas,
terlalu beragam , terlalu banyak perbedaan untuk
punya 1 solusi maha sakti yang mujarab
Lalu pertanyaan di benak anda, kalau dua duanya
benar, kita menjalankan yang mana?
Jawabannya, bukan kita yang menjalankan.
Pemerintah.
Pemerintah yang punya kewenangan untuk
menjalankan.
Its their choice.
Setiap pemerintahan tentu punya subjektitas
dalam cara menjalankan keputusan dan dalam
mengambil jalan.
Masalahnya, kita percaya atau engga kepada
pemerintah
Iya kan? J
Pasti kita semua sepakat, kalau pemerintahan
kita jalannya bener, bersih, baik, dan terbukti
dengan nyata, kita juga tidak akan separno ini
terhadap apapun keputusan yang di ambil mereka
Kalau PDI-P lebih sreg dengan jalan yang mereka
tawarkan, ya silakan jalankan ketika mereka jadi
partai yang berkuasa.
Kalau saya pribadi, saya akan setuju agar
pengeluaran pemerintah utk subsidi BBM bisa
berkurang agar bisa dialihkan kepada
pembelanjaan modal.
Memang ada argument yg berbunyi begini:
“Kalau misalnya dananya dialihkan kepada
infrastruktur lalu apa jaminannya benar benar
akan dibangun infrastruktur tersebut?”
Pertanyaan itu sama naifnya dengan “Kalau BBM
tidak dinaikkan, apa jaminannya rakyat tidak
akan tercekik hidupnya?
Dengan tidak adanya listrik di daerah daerah
pelosok Indonesia, air bersih tidak ada, fasilitas
pendidikan yang mengenaskan, fasilitas kesehatan
yang menyedihkan, sarana komunikasi yang
terbelakang dan keadaan transportasi yang
busuk?
Ketika saya bilang transportasi saya bukan hanya
bicara tentang kendaraan umum untuk rakyat,
tapi terlebih lagi, ketersediaan JALAN RAYA yang
bisa mengeliminir masalah jarak dan medan di
daerah daerah terpencil Indonesia
Masalah Indonesia adalah Negara kita luar biasa
besar.
Bukan hanya itu, kita terpisah lautan!
Secara medan, Indonesia itu luar biasa
menantang. Kalau bukan infrastruktur, lalu
bagaimana lagi kita bisa membantu saudara
saudara kita terutama di Indonesia Timur?
Ada lagi argumen:
“Kalau dialihkan ke infrastruktur apa jaminannya
tidak jadi lahan korup?”
Pertanyaan itu sama naifnya dengan “Siapa
bilang tidak ada yang korup dengan kondisi
harga BBM seperti sekarang ini?”
Peluang korupsi dari selisih harga yang terlalu
jauh ini, jadi arena bermain yang menarik bagi
kampret kampret yang ada di Indonesia. Banyak
yang membeli dengan harga murah di sini, lalu
menjual dengan harga tinggi di tempat lain.
Memanfaatkan murahnya harga BBM di
Indonesia.
Lagipula, sudahlah. Tidak perlu kita lama lama
terpecah seperti ini.
Sekarang, ketika memahami peta keseluruhan,
saya baru sadar bahwa 80% dari segala
pembicaraan soal kenaikan BBM ini, adalah hasil
manuver politik.
Adalah hal yang pasti, PDI-P berseberang jalan
dengan pemerintah. Kan mereka partai oposisi.
Masalahnya, PDI-P saat ini sedang punya 2
pertaruhan besar.
Pemilihan Gubernur dan 2014
Di Pemilihan Gubernur, citra pro rakyat pasti
tercermin dalam sentimen para pemilih terhadap
calon mereka. Apalagi Jokowi dan Ahok kalau
dijumlah hasilnya adalah: Merakyat.
Untuk 2014, mereka butuh citra yang baik untuk
mendapatkan hati masyarakat
Walaupun, perasaan saya berkata, rakyat akan
ilfil ketika tahu calonnya lagi lagi adalah
Megawati atau setidaknya Puan Maharani.
Kenapa ilfil? Gimana rakyat percaya PDI-P pro
demokrasi kalau partainya aja kayak kerajaan
gitu. Tidak bisa move on dengan calon diluar
keturunan Bung Karno.
Salahkah PDI-P melakukan politik pencitraan
seperti itu? Ya ga salah secara politis
Cuman aja saya sebel karena alasan utama
mereka terhadap penolakan BBM bukan karena
baik untuk rakyat, tapi karena baik untuk citra
partai.
Buktinya? PKS yang harusnya 1 suara dengan
koalisinya, malah asik asik koar koar di media
tidak setuju. Semua demi citra yg “pro” rakyat.
Here’s what I know about leadership: Leaders
often time, make the hard decision because it’s
the right thing to do
Ketika misalnya, anda memilih saya untuk
memimpin. Maka saya akan ambil keputusan
keputusan yang terbaik. Tentu saya akan
mendengar suara anda, tapi saya harus tetap
mengambil jalan yang benar. Anda memilih saya
(harusnya) karena anda percaya saya kompeten
di mata anda. Kalau benar begitu, biarkanlah
saya bekerja. Saya tidak harus mengambil
keputusan yang anda inginkan hanya untuk
memenangkan hati anda. Saya sudah terpilih.
Kalau ada yang ingin memenangkan hati anda,
itu adalah karena mungkin dia mau mengambil
jabatan saya.
Alasan politis kedua, adalah bahwa semua ini
gara gara SBY juga
Tahun 2008 atau 2009 saya lupa, Presiden SBY
memutuskan untuk menurunkan harga BBM. Dua
kali bahkan
Beliau sendiri yang muncul di TV untuk penurunan
BBM. Taking credit. Seakan akan itu keberhasilan
beliau. Padahal dalam kenyataannya, memang
harga minyak dunia lagi turun
Mengapa turun?
Bayangkan anda dagang pisang. Lalu pembeli
terbesar anda, bangkrut dan tidak bisa beli
pisang anda. Takut pisang anda busuk, anda
akan menjual pisang anda dengan harga yang
murah.
Itulah yang terjadi di 2008. Amerika Serikat,
kolaps. Pembeli terbesar tidak lagi mampu
membeli, maka harga minyak dunia turun.
Alasan SBY menurunkan harga BBM adalah
“Untuk terus menyesuaikan dan mengikuti trend
harga dunia”
Maka ketik a harganya turun, ya SBY ikut
turunkan.
MASALAHNYA, ketika harga minyak dunia naik
lagi di tahun 2010, dia nggak kembali menaikkan
harga. Padahal katanya dia ingin terus
menyesuaikan. Mengapa tidak dinaikkan?
Kayaknya (ini opini subjektif ya) karena takut
citranya jelek di mata rakyat.
Benar kata Mas Arief, harusnya naikin aja setelat
telatnya 2011 ketika kemampuan konsumsi
rakyat Indonesia lagi hebat hebatnya.
SBY yang terlalu so slow bimbang you don’t
know, akhirnya blunder sendiri ketika mentri
mentrinya bilang, kenaikan tidak dapat dihindari.
Akhirnya, dia harus mengambil jalan yang ga
enak, meminta DPR utk merevisi UU yg berkaitan
dengan subsidi BBM. Ketika, dia minta bantuan
DPR, maka DPR yang berisi partai partai pencari
kesempatan dalam kesempitan, langsung riang
memanfaatkan keadaan. Seperti piranha yang
mencium bau darah. Kecil kecil, banyak, beringas.
Nah alasan politis ketiga:
Ada yang tidak mau kita mengembangkan energi
alternatif
Siapakah orang orang itu?
Ya orang orang yang hidup dari migas.
Mereka mencoba agar ketergantungan terhadap
BBM tinggi karena investasi dan bisnis mereka
besar di migas. Walaupun gas dipegang mereka
juga dan ada kecenderungan beralih ke gas, tapi
sesungguhnya iklimnya belum siap. Konsumsi
BBM masih sangat tinggi.
Kebetulaaaaaaaan, ada petinggi partai, ada
mentri yang bisnisnya di migas. Hehehe..
Padahal, peneliti dari Negara Negara lain iri
dengan Indonesia, bahkan memberi julukan
Indonesia sebagai Negara dengan sumber energy
terbarukan terbesar di dunia.
Panas bumi
Matahari melimpah (ingat khatulitiwa?)
Arus bawah laut (ingat lautan kita yang
merupakan bagian terbesar Indonesia?)
Dan masih banyak lagi, merupakan kekayaan kita
yang tidak bisa digali untuk kebaikan bangsa kita
sendiir.
Karena apa? Karena dihalang halangi. Ada yang
tidak mau harga BBM naik karena akan memberi
jalan kepada eksplorasi energy alternative. Kalau
eksplorasi itu berjalan, jelas bisnis mereka akan
mati
Percaya sama saya, semua perusahaan migas
dalam dan luar negri membubuhkan kata
“alternative energy” di website mereka, tapi
sedikit sekali yang benar benar serius menggarap
ke sana Mereka membubuhkan itu agar terkesan
“peduli lingkungan”
Saya kasih fakta penutup:
Saya sedang baca buku “The Future Of Freedom”
karya Fareed Zakaria. Disitu ditulis, dan ini
didukung dengan sumber sumber lain yang saya
baca di internet:
Negara yang masih mengandalkan natural
resources tidak bisa berkembang secara ekonomi.
Negara yang ekonominya tidak berkembang,
susah untuk bisa meraih kebebasan dari
demokrasi yang benar. Ada satu hal yang disebut
illiberal democracy alias demokrasi pura pura,
contohnya pemerintahan Presiden Soeharto.
Mengapa kalau mengandalkan natural resource
tidak bisa mengembangkan ekonomi? Karena
bisnis bisnis sumber daya alam bisa berjalan
tanpa fundamental perekonomian yang sehat.
Salah satu contoh sederhananya, bisnis SDA
tidak menarik banyak SDM . Padahal menurunkan
angka kemiskinan bisa dilakukan dengan
membuka lahan pekerjaan seluas luasnya,
sementara bisnis di Indonesia belum memiliki
ekosistem yang cocok. Ekosistem terhadap bisnis
belum cocok karena masih bergantung kepada
bisnis berbasis Sumber Daya Alam.
Contoh, Venezuela. Kaya akan sumber daya alam
memiliki simpanan minyak bumi terbesar di dunia
di luar Negara Negara timur tengah, lama
berkutat di sana, akhirnya economic
mismanagement yang berujung kepada political
corruption
Lagi nih..
Apa persamaan dan perbedaan Cina dan Russia?
Persamaannya, sama sama ingin menuju
kemakmuran
Perbedaannya, Russia mengambil jalan perubahan
politik dengan harapan ekonomi kemudian akan
membaik. Sementara Cina merubah system
ekonomi mereka jadi lebih terbuka dan efeknya
(diluar keinginan mereka) politiknya jadi lebih
terbuka.
Memang sekarang Cina masih represif, tapi
sekarang rakyatnya mulai berani melawan DAN
MENANG.
Tahun 97 rakyat Cina melakukan tuntutan kepada
pemerintahannya sebanyak 90.557 tuntutan.
Bandingkan dengan jumlah tuntutan yang
dilakukan rakyat kepada pemerintah di tahun
1984: 0 tuntutan.
Sementara Russia masih berkutat dalam
perjuangan politiknya. Kenapa susah memperbaiki
politiknya? Selama perut orang orang masih lapar
dan masih banyak orang orang yang kurang
terdidik, potensi pelencengan di atas sana selalu
besar.
Ekonomi membaik = rakyat yang lebih makmur =
pendidikan lebih terjangkau = masyarakat yang
lebih cerdas = rakyat yang lebih kritis =
Pemerintahan tidak bisa lagi membohongi rakyat
= Praktek politik yang benar = Pembangunan yang
baik = Negara yang hebat
Sederhananya gitu..
Perubahan ekonomi yang lebih baik selalu dalam
sejarah dan hingga hari ini, mengakibatkan
perubahan ke arah pemerintahan yang lebih
sehat.
Jadi sekarang pertanyaannya, masih mau
berlama lama mengandalkan minyak bumi?
Atau mau mulai berani menatap masa depan,
dengan memanfaatkan potensi yang kita punya?
Kalau anda memilih untuk menatap masa depan
dan memanfaatkan potensi yang kita punya,
maka anda akan setuju untuk mulai
meninggalkan industri berbasis sumber daya
alam, yang berarti anda juga pro terhadap
pemanfaatan energy alternative yang berarti juga
anda setuju terhadap kenaikan harga bbm karena
itu akan membuka potensi dan peluang untuk
eksplorasi sumber energy alternative terbarukan.
Now, what do you think after you see the big
picture?

Senin, 17 November 2014

Bbm naik

18 november 2014 harga bahan bakar minyak mengalami kenaikan .
Kenaikan harga 2000 Rupiah ,dinilai sebagian masyarakat cukup memberatkan .Saya selaku mahasiswa dan pekerja ,memiliki pandangan sendiri terhadap kenaikan harga ini .

Pemerintah berdalih bahwa kenaikan harga bbm ini guna menekan subsidi bbm yang mereka nilai terlalu membebani anggaran belanja negara.

Dan subsidi bbm akan dialihkan ke sektor yanv dinilai lebih membutuhkan seperti pendidikan dan kesehatan . Cukup masuk akal ,kita tentunya tau bahwa jokowi menggadang gadangkan program-program "pro rakyat" seperti kartu indonesia pintar dan kartu indonesia sehat .

Bukan tidak mungkin strategi menaikan harga ini ,dikonversikan dengan program tersebut . Melihat turunya harga minyak dunia . 

Semakin jelas terlihat bahwa kebijakan menaikan harga bbm ini adalah imbas dari program kebijakan tersebut .

Ya kita sebagai rakyat hanya bisa mengikutu kebijakan ini saja ,tak perlu anarkis menyikapinya ,tapi juga tidak boleh apatis ,kita sebagai rakyat harus mengawasi kemana larinya uang rakyat ini .

New thoughts

     Setelah hampir 2 tahun sudah,saya absen di blog ini ,walaupun yang baca juga dikit hehe ,akhirnya bisa nulis lagi.
      Alasanya simpel saya sibuk kerja dan kuliah hehe ,juga baru punya hape yang canggih biar bisa update lagi lewat hape hehe.
       Oke selama 2 tahun menghilang tentunya saya banyak belajar. Dengan lingkungan baru,orang baru dan ilmu baru .

Saya akan menuliskanya di tulisan tulisan berikutnya haha oke :)

Sabtu, 13 Juli 2013

BELAJARLAH DARI MUSIK ATAU SEBUAH LAGU

halo , apakabar ? baik pastinya kan .
akhirnya sempet nulis lagi setelah sekian lama , oke langsung saja

seperti saya bilang ,musik adalah pendidikan , sebenarnya saya menyadari ini setelah mendengar lagu dari pandji yang berjudul "bajak lagu ini"

saya sangat setuju sekali, kali ini saya akan memberi anda contoh , coba pelajari lirik dari homicide yang berjudul "rima ababil ini "

Rima Ababil Lyrics
karena khalayak tak pernah salah memuja thagut penampakan
maka kalian adalah terdakwa yang terlalu mendambakan
domba tanpa gembala, wujud tanpa kepala, dunia tanpa pandawa
sumpah aral kuasa tanpa palapa
merakit dunia tanpa manual tunggal
mengepal surga neraka yang manunggal
di ujung hari yang berlangit sepekat aspal
di petang para dajjal neoliberal meminta tumbal
karena buku sejarah ditulis dengan darah
dengan anggur dan nanah, dengan kotbah dan sampah
maka argumen terlahir dari kerongkongan korban
digorok dipagi buta di lapangan pedesaan
dikubur bernafas dimalam semua kutukan
menaruh rima diatas hitungan ritme pukulan rotan Brimob
pengganti aroma Smirnoff, berakhir
layak hasrat Deborg berepilog tanpa akhir
kombinasi mutakhir para gerilyawan Kashmir,
Tolstoy dan B-boy yang menari diatas pasir
hingga para aparat Gomorrah tak berdiri tanpa dipapah
hingga berhala yang kau sembah merata dengan tanah
dengan khasanah busur serapah tanpa panah
dengan ranah yang merubah kotbah yang menjadi limbah
dengan lanskap penuh kesumat, despot melaknat
penuh bigot yang bersandar pada jaminan polis dan jimat
maka kupinang kepalan pelumat
tirani valas yang tak pernah tamat memplagiat kiamat
hingga liang lahat, dengan eskalasi perang badar
membakar akar penyeragaman bawah sadar
pasca kolonial pasca neraka horizontal
pasca bumi dan langit, aku dan kau menjadi wadal
sejak para kaisar merapal mantra anti-makar
sejak para patriot tak pernah sadar menjadi barbar
rima ini ku rancang untuk menantang mitos
hegemoni rezim dewa logos
ku rancang rima ababil yang bidani holokos
jika kau bangun kastilmu tuk mendominasi kosmos
antitesa dari semua petuah para tetua
penguasa gua, gabah dan semua kutukan tak bertuah
rima ini adalah hitam merah tetesan darah
pemusnah lintah bendungan siklus hasrat dan amarah
ludah para penadah gejah yang menawar bid’ah
yang lupa melawan titah, kerajaan risalah,
pemungut arwah peluluh lantah kaki tangan kepala berhala yang ku nujum punah
serupa jalur ziarah satuan batalyon lakon
yang membantahkan konon gurita monitor panoptikon
dan jargon perluasan koloni kanon
perpanjangan netra Mossad dan agenda titipan Pentagon
agen intelejen berbisik dalam dialek dekaden
berdiskusi tentang ribuan ancaman bahaya laten
lumpen yang membangkang, hedonis yang mencoba terbang
sufi yang menjangkau terang dan anarkis yang merontakekang
rima ini adalah kontra komando, menolak berkarat
di pengujung tengat m’rancang beliung serupa tornado
untuk balans yang banal, balada dalam kanal dialog satu arah sejarah yang berkoar bertemu final
hingga satu subuh para sayap terentang, menantang menara rutan dengan kesadaran para pecundang
berembuk di pojokan selokan desa dan urban merakit plot armamen ababil sebelum mentari datang
sebelum cenayang industri keluar mencari mangsa
menuai bara dari pusara kalam dan makam wacana
kesucian taklid yang menyuburkan bencana
para penikam punggung dan para pengkhianat lantai dansa
pasca kolonial pasca neraka horizontal
pasca bumi dan langit, aku dan kau menjadi tumbal
sejak argumen hanya berkisar di pusaran selasar
surga dan neraka, kont*l, isu kelent*t dan biji z*kar, yo
rima ini ku rancang untuk menantang mitos
hegemoni rezim dewa logos
ku rancang rima ababil yang bidani holokos
jika kau bangun kastilmu tuk mendominasi kosmos

baiklah setelah anda membaca , apa yang dapat anda simpulkan ?